Alami Deflasi di Awal Tahun, Pemkot Kediri Tekankan Indek Harga Konsumen Bulan Januari Terkendali
KEDIRI – POROSNEWS.CO
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri telah merilis capaian inflasi bulanan Bulan Januari 2026 yang disampaikan secara daring, Senin (2/2/2026).
Dijelaskan Hilda Okta, (Fungsional) BPS Kota Kediri) di awal tahun ini terjadi deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar -0,37 persen dan inflasi year-on-year 3,30 persen. Deflasi m-to-m tersebut lebih dalam dibanding yang terjadi di Jawa Timur yakni -0,20 persen dan nasional -0,15 persen.
Selain itu juga merangkum catatan peristiwa pada Bulan Januari yang berpengaruh terhadap fluktuasi harga beberapa komoditas, di antaranya: penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pada 1 Januari 2026; penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras ke harga semula, kenaikan harga emas secara global, tarif angkutan udara mengalami penurunan harga setelah naik di momen Nataru, serta kenaikan harga bawang putih akibat belum adanya realisasi impor dari negara produsen.
Terdapat beberapa komoditas yang menjadi pendorong deflasi m-to-m Kota Kediri, sebagai berikut: cabai rawit memberikan andil sebesar 0,17 persen; bawang merah 0,09; daging ayam ras sebesar 0,08 persen; cabai merah sebesar 0,06 persen; telur ayam ras sebesar 0,05 persen; bensin dan kangkung sebesar 0,03 persen; bayam, sawi hijau, tomat sebesar 0,02 persen; angkutan udara dan wortel sebesar 0,01 persen.
Sebaliknya, beberapa komoditas berikut menjadi pendorong terjadinya inflasi, antara lain: emas perhiasan sebesar 0,19 persen; bawang putih sebesar 0,02 persen; Sigaret Kretek Mesin (SKM), pir, kontrak rumah, jeruk, kacang panjang, kipas angin, dan bioskop inflasi sebesar 0,01 persen.
Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan harga di Bulan Februari, BPS Kota Kediri memberikan imbauan terkait beberapa hal yang perlu diwaspadai serta sebagai masukan bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri.
“Perlu diperhatikan ketersediaan beberapa komoditas: beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan komoditas bahan pangan lainnya mengingat pada Bulan Februari ada perayaan tahun baru Imlek dan Bulan Ramadan. Biasanya akan terjadi permintaan pada momen ini,” jelasnya.
Pada bulan tersebut juga terdapat akhir pekan panjang di pertengahan Februari, menyambut tahun baru Imlek dan awal bulan puasa dimungkinkan terjadi kenaikan mobilisasi masyarakat.
Perlu juga mewaspadai terhadap harga BBM yang kemungkinan akan mengalami penyesuaian harga. Mengingat situasi global saat ini, Hilda juga mengatakan situasi tersebut akan berpengaruh terhadap harga emas perhiasan yang kemungkinan akan mengalami kenaikan.
“Kami berpesan kepada masyarakat agar tidak panic buying dan tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan. Semoga di bulan ini Pemkot Kediri, khususnya yang tergabung ke dalam TPID dapat mengendalikan harga komoditas pangan agar tidak terjadi kenaikan yang signifikan supaya masyarakat merasa tenang dan khusyu’ dalam menjalankan ibadah pada Ramadan mendatang,” ungkapnya.
Menanggapi capaian inflasi Kota Kediri bulan Januari 2026, Bambang Tri Lasmono, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris TPID Kota Kediri menyampaikan trend deflasi pada bulan Januari juga terjadi pada tahun sebelumnya.
Dimana pada Januari 2024 deflasi lebih dalam yaitu -0,70%, namun demikian pada akhir tahun 2025 tingkat inflasi masih dapat terpenuhi dalam rentang target 2,5+1%.
Deflasi di bulan Januari juga termasuk wajar disebabkan sebelumnya, bulan Desember harga kebutuhan pangan relatif lebih tinggi karena adanya momen Natal dan tahun baru sehingga permintaan lebih tinggi, sedangkan di Januari permintaan kembali normal.
Dalam upaya pengendalian inflasi di bulan Februari yang bertepatan dengan tahun baru Imlek dan masuk awal Ramadan, TPID Kota Kediri akan menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) sebagai bagian dari upaya saling berbagi informasi dan pengetahuan dalam rangka mensinkronisasikan dan harmonisasi berbagai kebijakan stakeholder terkait dalam mengedalikan inflasi di daerah.
Dalam HLM akan disampaikan strategi dalam menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga komoditas saat momen perayaan tahun baru Imlek, Ramadan sampai hari raya Idul Fitri 1.447 H sehingga inflasi dapat terjaga dan stabil.(dim)

