BPC HIPMI Kota Kediri Tegaskan Jawa Timur Layak Jadi Tuan Rumah Munas XVIII HIPMI
KEDIRI – POROSNEWS.CO
Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Kediri menyatakan dukungan penuh kepada Jawa Timur untuk menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Kediri Tintus Radityo Kusumo menyampaikan, dukungan ini didasarkan pada kesiapan infrastruktur, kekuatan ekosistem kewirausahaan, serta posisi strategis Jawa Timur dalam perekonomian nasional.
Menurutnya, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia sebagai organisasi kader pengusaha nasional membutuhkan tuan rumah yang tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga mampu menghadirkan dampak ekonomi dan jejaring bisnis yang luas. Jawa Timur dinilai memenuhi kriteria tersebut.
Diantaranya, Kekuatan Ekonomi dan Kontribusi Nasional, Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Struktur ekonominya kuat di sektor industri, perdagangan, pertanian, hingga UMKM. Hal ini menjadikan Munas XVIII berpotensi menjadi momentum penguatan kolaborasi pengusaha muda lintas sektor.
Pria yang akrab disapa Tintus menjelaskan, ada beberapa alasan Jatim layak jadi tuan rumah Munas XVIII HIPMI.
- Infrastruktur dan Aksesibilitas Lengkap. Jawa Timur memiliki fasilitas pertemuan bertaraf nasional dan internasional, jaringan transportasi udara, darat, dan laut yang memadai, serta dukungan hotel dan pusat konvensi yang siap menampung ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
- Ekosistem Wirausaha yang Dinamis Kota-kota seperti Surabaya, Malang, dan Kediri dikenal memiliki pertumbuhan startup, UMKM, serta industri kreatif yang pesat. HIPMI Jawa Timur aktif dalam pembinaan kader pengusaha muda, sehingga Munas akan menjadi ajang konsolidasi sekaligus promosi potensi daerah.
- Dukungan Pemerintah Daerah dan Stakeholder. Sinergi antara HIPMI daerah dengan pemerintah provinsi, pemerintah kota/kabupaten, serta dunia usaha dinilai solid. Kolaborasi ini menjadi modal penting dalam menyukseskan agenda nasional seperti Munas.
- Dampak Ekonomi yang Signifikan.
Pelaksanaan Munas XVIII di Jawa Timur diproyeksikan mampu meningkatkan okupansi hotel, perputaran ekonomi UMKM lokal, sektor transportasi, hingga promosi pariwisata daerah.
Pria yang juga notaris dan pemilik beberapa usaha ini menegaskan bahwa Munas XVIII bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat peran pengusaha muda dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan visi Indonesia Emas 2045.
“Jawa Timur siap secara kapasitas, siap secara jaringan, dan siap secara semangat. Kami optimis Munas XVIII HIPMI akan berlangsung sukses dan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah maupun nasional,” jelasnya .
Tintus juga menambahkan kalau pihaknya juga siap ikut berpartisipasi aktif untuk menyukseskan munas tersebut.(dim)

