Daerah

Bulan Ramadan, 100 Pelajar Ikuti Binlat Karakter Laboratorium Jati Diri Bangsa di Persada Sukarno

KEDIRI – POROSNEWS.CO

Sekitar seratus pelajar SMA, SMK, dan MAN dari berbagai wilayah Kabupaten Kediri mendapatkan Bimbingan dan Pelatihan (Binlat) Karakter Laboratorium Jati Diri Bangsa Indonesia di bulan suci Ramadan, Senin (23/2/2026).

Kegiatan ini dipusatkan di Pusat Pendidikan Rasa Wawasan Karsa Kebangsaan Indonesia Raya, Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara, serta Situs Ndalem Pojok Rumah Persada Sukarno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Pembentukan karakter generasi muda ini merupakan hasil kerja sama Polres Kediri bersama Perkumpulan Instruktur Penguatan Jati Diri Bangsa (PIPJATBANG).

Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang penguatan mental, spiritual, dan wawasan kebangsaan bagi para pelajar.

Dalam kegiatan itu peserta tidak hanya mendapatkan pembinaan kedisiplinan dan semangat cinta tanah air, tetapi juga penguatan nilai keimanan, keikhlasan, serta tanggung jawab sosial. Bulan suci dinilai sebagai waktu yang tepat melatih pengendalian diri sekaligus membangun ketahanan karakter.

Ketua Harian Rumah Persada Sukarno Situs Ndalem R Kushartono, S.M., yang juga Sekjen PIPJATBANG Pusat, menyampaikan bahwa pelaksanaan Binlat gelombang kedua di bulan Ramadan memiliki makna yang mendalam.

“Binlat gelombang kedua ini terasa istimewa karena dilaksanakan di bulan penuh keberkahan. Secara fisik memang lebih menantang karena berpuasa, namun justru di situlah proses pembentukan mental, kesabaran, dan pengendalian diri diuji,” ujarnya.

Sementara Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, menegaskan pentingnya lingkungan pergaulan dalam menentukan arah masa depan generasi muda.

“Dengan siapa kita berkumpul akan sangat memengaruhi masa depan. Lingkungan yang baik akan membentuk pola pikir, sikap dan karakter yang baik pula,” tegasnya.

Salah satu peserta, Muhammad Ridho Fajar SW, siswa SMK Kertanegara Wates, mengaku mendapatkan pengalaman berkesan selama mengikuti kegiatan.

“Awalnya saya mengira tempatnya kuno dan kurang menarik. Tapi setelah masuk, ternyata suasananya asyik dan berbeda. Saya mencium aroma bunga sedap malam dan melihat lampu-lampu kuning yang membuat suasana terasa sakral. Atmosfer rumah Soekarno benar-benar terasa,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai unsur Pemerintah Kabupaten Kediri. Hadir dalam pembukaan perwakilan Bakesbangpol, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Kementerian Agama Kabupaten Kediri, serta Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri.

Ketua Panitia Penyelenggara, RM Suhardono, S.E menyampaikan, bahwa Program Binlat Laboratorium Karakter Bangsa ini akan terus dikembangkan.

“Insya Allah kegiatan ini akan terus kami selenggarakan dan kembangkan. Program ini sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia, pendidikan berkarakter, penanaman nilai Pancasila, serta pengembangan potensi pemuda dalam menyambut bonus demografi dan Indonesia Emas 2045,” jelas Suhardono yang juga Ketua Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara.

Melalui sinergi antara kepolisian, instruktur penguatan karakter, pesantren dan pemerintah daerah, bulan suci Ramadan benar-benar dijadikan laboratorium pembentukan karakter jati diri bangsa, dengan harapan lahir generasi Kediri yang berkarakter kuat, berjiwa nasionalis, dan berakhlak mulia.(dim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *