Daerah

Hadi Setiawan Sosialisasi dan Serap Aspirasi Guru TK serta RA di Kabupaten Kediri

KEDIRI – POROSNEWS.CO
Anggota DPRD Jatim M Hadi Setiawan menggelar kegiatan sosialisasi yang diikuti guru Taman Kanak-kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, Senin (30/3/2026).

Kegiatan sosialisasi yang mengusung tema “Memperkuat Ukhuwah dan Saling Memafaatkan di Hari Yang Fitri” diikuti sekitar 150 peserta termasuk kalangan wartawan serta dihadiri Ketua PWI Kediri Raya Bambang Iswahyudi.

Pada kesempatan itu M Hadi Setiawan yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri juga menyerap aspirasi dan memberikan tali asih kepada para guru dan kepala sekolah TK dan RA.

M Hadi Setiawan menyampaikan peran strategis guru dalam menjaga muridnya sejak dini. “Karena pintar dan beruntungnya anak tergantung dari guru menerapkan jiwa mengajar. Ini sangat penting sebagai pondasi seorang anak,” jelasnya.

Disampaikan, peran media juga sama pentingnya sebagai fungsi kontrol sosial dan kontrol pembangunan secara keseluruhan. “Sebagai rasa syukur, kami mengajak para awak media dan guru TK dan RA untuk bersama -sama silaturahmi di DPD Partai Golkar,” jelasnya.

Disampaikan, saat ini para guru sedang berproses dengan adanya aturan dan ketentuan baru yang juga berpengaruh terhadap honor dan kesejahteraannya.

Diungkapkan Hadi Setiawan, dari hasil dialog dengan guru TK dan RA masih ada yang menerima honor Rp 150.000 sampai Rp 250.000 per bulan.

Di satu sisi para guru adalah para pendidik yang membentuk karakter seorang anak dan jiwa penerus bagi bangsa. Namun honor dan pendapatan serta kesejahteraan yang diperoleh masih minim.

“Kami melakukan silaturahmi dengan para guru barangkali ada yang bisa dibantu bakal diberikan bantuan. Minimal kami mendengar keluh kesah para guru,” jelasnya.

Sebagai anggota DPRD Jatim, Hadi Setiawan akan membawa permasalahan para guru TK dan RA untuk dibahas di Komisi E untuk mengkalkulasi meningkatkan kesejahteraan para guru.

“Karena guru TK dan RA ini wilayahnya kabupaten kami akan panggil komisi yang berkaitan di DPRD Kabupaten Kediri untuk menanyakan evaluasi apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan para guru,” jelasnya.

Hadi Setiawan mencontohkan, salah satu yang dibutuhkan para guru TK dan RA adalah sertifikasi pendidik yang sampai saat ini masih bermasalah. “Kami akan usahakan sertifikasi ini bisa keluar dan diharapkan dapat menambah penghasilan para guru,” jelasnya.

Dalam aspirasi yang disampaikan juga sempat disinggung masalah lembaga sekolah. Permasalahan ini bakal disampaikan kepada kementerian melalui DPR RI bersinergi dengan DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi untuk membantu dibidang sarana dan prasarana.

​Sementara Ketua PWI Kediri, Bambang Iswahyudi menyampaikan media dan guru harus bersinergi. Media berfungsi sebagai pengontrol pembangunan, sementara guru membentuk karakter. Diharapkan aspirasi mengenai kesejahteraan guru mendapatkan perhatian.

​Bambang juga menyoroti isu literasi digital dan kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah usia 16-18 tahun. Ia menekankan peran kontrol ada pada tiga pilar: orang tua di rumah, guru di sekolah, dan pemerintah/legislatif melalui regulasi.

​”Jangan sampai anak diberi gawai hanya agar mereka diam. Literasi digital harus dimulai dari komunikasi yang intens antara sekolah dan rumah,” jelasnya.(dim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *