Jelang Imlek dan Ramadan Pemkot Kediri dan Bapanas Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok
KEDIRI – POROSNEWS.CO
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri bersama Satgas Pangan Polres Kota Kediri serta OPD terkait melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah titik, yakni Pasar Bandar, Indomaret Ngronggo, dan Pasar Setono Betek.
Moh Ridwan, Kepala Disperdagin Kota Kediri menyampaikan, secara umum ketersediaan bahan pokok di Kota Kediri dalam kondisi aman, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga.
Disampaikan, tim gabungan menemukan satu hingga dua pedagang yang menjual beras premium di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) seharga Rp 75.000–Rp 76.000 per 5 kg, sedangkan HET Rp 74.500.
“Hasil pantauan kami di lapangan, terdapat sedikit pedagang yang menjual beras premium di atas HET yaitu Rp 14.900 per kg. Sudah kami evaluasi dan kami beri teguran lisan jika berlanjut, akan kami berikan teguran tertulis,” jelas Ridwan.
Guna menyelesaikan persoalan itu, Pemkot Kediri akan memfasilitasi pedagang agar dapat melakukan pembelian langsung ke distributor guna memperoleh harga yang lebih stabil. “Kami akan bantu pedagang agar bisa kulakan langsung ke distributor supaya harga lebih terkendali,” tambahnya.
Disampaikan, harga beras secara umum stabil. Pada beras medium dan SPHP, ketersediaannya cukup di pasar. Selain itu, petugas juga menemukan adanya pedagang gula yang menjual dengan berat timbangan kurang dari ketentuan. “Kami harap hal tersebut tidak diulangi kembali. Dari sisi harga dan ketersediaan, stok aman meskipun ada sedikit kenaikan di beberapa komoditas,” ujarnya.
Menanggapi kenaikan harga cabai, Ridwan menjelaskan, hal tersebut disebabkan menurunnya pasokan akibat faktor cuaca, sementara permintaan meningkat.
Meskipun saat ini harga cabai rawit merah tergolong tinggi, diharapkan dapat melandai dalam beberapa hari ke depan apabila kondisi cuaca membaik.
Sementara kenaikan harga telur dan daging dipengaruhi meningkatnya permintaan menjelang Tahun Baru Imlek. “Jelang Imlek ini kan telur juga banyak digunakan untuk kebutuhan industri kue,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Puspa Dewi, Kasubag TU Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan, pengendalian dan pemantauan harga terhadap 14 komoditas bahan pokok penting di Kota Kediri secara umum dalam kondisi aman.
“Komoditas yang perlu menjadi perhatian adalah cabai rawit merah, telur, daging sapi, dan ayam. Untuk beras dan minyak relatif aman,” terangnya.
Disampaikan bahwa Kota Kediri dibanding daerah lain cukup baik, bahkan untuk harga cabai masih di bawah Rp 80.000 dan stok aman.
Sebagai langkah stabilisasi, Pemkot Kediri akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 10 titik serta Operasi Pasar Murah (OPM) di 15 lokasi pada bulan Ramadan. Langkah ini diharapkan mampu menekan harga dan daya beli masyarakat menjelang Imlek dan Ramadan.
Sementara Sugeng, pedagang sembako di Pasar Setono Betek, mengaku tidak mengalami kendala dalam pengiriman komoditas seperti beras, gula, telur, kedelai, dan Minyakita.
“Untuk takaran sudah sesuai. Pengiriman lancar, tidak ada kendala. Kalau telur memang harganya naik yang sebelumnya Rp 27.000 sekarang Rp 29.500 paling mahal Rp 30.000,” ujarnya.
Meskipun pasokan cenderung stabil, Sugeng menyebut kondisi pasar Setono Betek saat ini relatif sepi dibandingkan dua hingga tiga tahun lalu. “Sekarang pembeli banyak ke pasar modern. Biasanya mulai ramai saat puasa hari ke-21, ada peningkatan konsumen,” tambahnya.
Diharapkan Pemkot Kediri menjaga komitmennya untuk melakukan upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok demi kenyamanan masyarakat.(dim)

