SosBud

Kementerian Ekraf Siap Promosikan Film Na Willa yang Usung Semangat Literasi Anak

JAKARTA – POROSNEWS.CO

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar siap mendukung film Na Willa yang dijadwalkan rilis di seluruh bioskop Indonesia pada Lebaran 2026. Pembahasan kolaborasi dan aktivasi promosi dilakukan bersama Visinema.

“Kementerian Ekraf siap mendukung Film Na Willa dengan aktivasi promosi film yang bisa dikolaborasikan dalam bentuk konten-konten cerita masa kecil, instalasi di Lapangan Banteng, serta titik-titik lokasi pengadaan Kids Corner seperti di bandara dan stasiun. Hal ini akan menunjukkan bahwa karya kreatif bisa menjadi medium yang kuat untuk mendorong literasi sekaligus ruang belajar inklusif bagi anak-anak dan keluarga,” ujar Wamen Ekraf Irene saat menerima audiensi Visinema di Autograph Tower, Jakarta pada, Senin (9 Februari 2026).

Film yang diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo itu diyakini mampu merayakan identitas anak-anak melalui aktivasi kolaborasi dalam bentuk konten digital dan fisik jelang perayaan Imlek Nasional maupun menuju Lebaran 2026.

Sebelumnya Kementerian Ekraf telah memberi dukungan terhadap film Jumbo yang pada tahun lalu untuk menguatkan ekosistem perfilman nasional.

“Inklusivitas jangan sebatas omongan, tetapi harus jadi pengalaman kreatif di ruang publik sehingga karya film tak sebatas tontonan di layar. Tradisi kreativitas modern harus menghadirkan pengalaman bersama yang menggerakkan ekosistem kreatif dan partisipasi masyarakat,” ucap Wamen Ekraf Irene yang didampingi Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekraf Doni Setiawan.

Film Na Willa bercerita tentang kisah anak perempuan berusia enam tahun yang masih kecil, tapi dia punya mimpi besar. Dengan latar belakang Surabaya era tahun 60-an, penonton bisa melihat perjalanan Na Willa bersama teman-teman di Gang Krembangan yang memiliki adventure atau perjalanan menikmati hidup.

Melalui sudut pandang Na Willa yang polos dan penuh rasa ingin tahu, penonton diajak melihat dinamika keluarga multikultural, ayah keturunan Tionghoa dan ibu yang berasal dari NTT.

Perspektif dunia anak dalam film diyakini bisa mendorong penguatan literasi dan ruang kreatif yang membuka peluang sinergi ekosistem kreatif sekaligus pemanfaatan ruang publik dengan aktivitas yang lebih edukatif.

“Indonesia sangat minim konten anak yang bisa dinikmati seluruh keluarga. Besar harapan dari sebuah cerita dan karakter yang diciptakan bisa menjadi sosok teman untuk anak dan keluarga Indonesia bertumbuh. Film Na Willa bisa dijadikan ruang diskusi, terutama ruang-ruang internal dalam keluarga yang lebih menarik sehingga memantik orang tua untuk mengajak anak-anak lebih sering membaca dan menikmati apa yang menjadi tulisan dari mereka. Kami percaya cerita anak-anak sama pentingnya dengan kisah orang dewasa,” ungkap Anggia Kharisma selaku Chief Content Officer Visinema Studios dan produser film Na Willa.

Film Na Willa berencana melakukan roadshow bus ‘Kamar Na Willa’ ke beberapa kota, membuat perpustakaan berjalan (Kelana Aksara), serta aktivasi di transportasi publik dan taman kota.

Dengan kehadiran cerita keluarga yang hangat, film Na Willa juga bakal membawa misi literasi dan penguatan nilai emosional anak maupun orang tua melalui pengalaman membaca serta menulis.

“Ibu Wamen Ekraf Irene selalu support karya anak bangsa dan hal ini sejalan bahwa Na Willa punya ultimate goal untuk literasi anak. Kami ingin menjaga IP lokal Indonesia yang memberi harapan besar ke depan untuk mewujudkan kolaborasi yang berkelanjutan dan saling mendukung. Terus ikuti update tentang Film Na Willa yang akan tayang nanti lebaran 2026, nonton bersama ke bioskop, dan rasakan serunya jadi anak-anak,” tutup Anggia Kharisma.

Turut hadir dalam audiensi Head of Corporate Affairs Visinema Group Dewinta Hutagaol, Produser Na Willa Novia Puspasari, Business Development Lead Ria Imelda dan Marketing Lead Iqbal.(dim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *