WisKul

Mysterious Road; Jalan Misteri Gunung Kelud Yang Kian Menggoda Para Wisatawan. 

KEDIRI – POROSNEWS.CO
Gunung Kelud yang berada di wilayah tiga Kabupaten yaitu Kediri, Blitar dan Malang, merupakan Gunung Berapi paling Aktif di Indonesia, yang mempunyai ke khas-an yaitu adanya danau kawah yang berada dipuncaknya yang luasnya sekitar 8 hektar.

Meski berada di wilayah tiga Kabupaten, namun secara administratif, gunung api ini milik Pemerintah Kabupaten Kediri. Dimana lokasi tepatnya berada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Pada musim libur natal dan tahun Baru 2023 yang kebetulan berbarengan dengan liburan anak sekolah, Gunung Kelud yang lokasinya berada sekitar 45 km di sisi timur pusat Kota Kediri atau sekitar 37 km dari Monumen SLG ini, banyak didatangi wisatawan baik dari Kediri maupun dari luar kota bahkan tidak sedikit wisatawan mancanegara yang datang.

Pesona utama Gunung Kelud memang masih terpusat di danau kawah yang berada di ketinggian 1731 mdpl (meter di atas permukaan laut). Namun begitu, di sepanjang jalan menuju puncak, pemandangan alamnya tidak kalah mempesonanya dibandingkan dengan pemandangan di puncaknya yang ada danau kawah.

Bahkan di jalan menuju puncak Gunung Kelud, ada ruas jalan yang disebut Mysterious Road atau jalan misteri. Dikatakan jalan misteri, karena di ruas jalan yang terletak di lereng Gunung Kelud ini, kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil, dalam posisi gigi netral, bisa berjalan sendiri, padahal jalan dalam posisi menanjak.

Jalan misteri yang ada di Gunung Kelud ini, mirip dengan sebuah jalan di Jeju Island, Korea Selatan. Dimana jalan di Jeju Island yang juga disebut Mysterious Road oleh penduduk setempat ini, bisa membuat mobil dalam posisi gigi netral atau apa saja yang berada diatasnya, bisa berjalan sendiri, padahal jalanan dalam posisi menanjak.

Tentu, bagi wisatawan lokal yang belum bisa ‘menjajal’ Mysterious Road di Korea Selatan, cukup datang saja ke ‘jalan misteri ‘ yang ada di Gunung Kelud, Kabupaten Kediri.

Yang tidak kalah menarik dan menantang adalah ketika wisatawan harus berganti naik ojek agar bisa sampai di puncak. Setelah memarkir kendaraan di area parkir sekitar 5 km dari puncak, dengan membayar ongkos ojek Rp. 30 ribu – Rp. 40 ribu /orang, para wisatawan akan diantar sampai ke bibir danau kawah pergi-pulang.

Saat naik diboncengan, para wisatawan akan diuji andrenalinnya. Dengan kecepatan yang cukup tinggi, si driver ojek, akan membawa wisatawan menaiki dan menuruni jalan yang berkelok-kelok menuju kawah.

Tapi, bagi wisatawan yang tidak siap berpacu diatas sepeda motor, bisa berjalan kaki. Bahkan saat berjalan kaki ini, wisatawan bisa mengabadikan setiap momen dengan kameranya, karena di sepanjang jalan tersedia spot foto yang menakjubkan.

“Kalau pas sedang mampir ke warung saya dan saya tanya dari mana asalnya, mereka menjawab ada yang dari Surabaya, Malang, Blitar, Batu, Jombang, Sidoarjo, Bojonegoro bahkan ada yang datang dari Jakarta. Tentunya juga dari Kediri sendiri,”kata Bu Is, Jum’at (19/01/2024).

Sementara itu, retribusi masuk kawasan wisata Gunung Kelud juga bisa dikatakan murah. Untuk hari Senin – Jumat, setiap pengunjung akan ditarik retribusi untuk dewasa sebesar Rp. 8 ribu, anak-anak Rp. 6 ribu, Turis mancanegara Rp. 25 ribu, parkir sepeda motor Rp. 2 ribu, parkir mobil Rp. 5 ribu, parkir Bus Rp. 15 ribu dan parkir mini bus Rp. 10 ribu.

Sedangkan untuk hari Sabtu dan Minggu ada kenaikan retribusi khusus dewasa menjadi Rp. 10 ribu dan anak-anak menjadi Rp. 8 ribu. Untuk yang lainnya, sama. Yang lebih membuat wisatawan nyaman ketika berada di lokasi adalah bahwa seluruh pengunjung/wisatawan dijamin Jasa Raharja Putera Insurance. (yun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *