SosBud

Pemerintah Apresiasi Pemutaran Film Na Willa Karena Perkuat Industri Perfilman Nasional

JAKARTA – POROSNEWS.CO

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bekerja sama dengan Visinema Studios menggelar pemutaran terbatas film Na Willa di Plaza Indonesia XXI, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap penguatan ekosistem film nasional sebagai subsektor strategis ekonomi kreatif.

“Cerita tentang keberagaman Indonesia tidak selalu harus besar dan megah. Kadang justru
lahir dari hal-hal yang sederhana, dari keluarga, dari kebersamaan, dari imajinasi anak-anak. Dan di situlah kekuatannya,” ujar Wamen Ekraf, Irene Umar, Selasa (17 Maret 2026).

Wamen Ekraf juga mengapresiasi kualitas artistik film ini yang digarap dengan detail, mulai dari komposisi visual hingga elemen desain yang memperkuat pengalaman menonton.

“Saya sangat mengapresiasi bagaimana setiap elemen di film ini dipikirkan dengan sangat detail, dari komposisi warna hingga desain visualnya. Ini menunjukkan keseriusan dalam membangun sebuah dunia yang utuh dan imajinatif,” tambahnya.

Film Na Willa disutradarai dan ditulis oleh Ryan Adriandhy dan diproduksi oleh Visinema Studios. Karya ini mengangkat kisah keseharian seorang anak perempuan berusia enam tahun di Surabaya pada era 1960-an, yang tumbuh di lingkungan sederhana dengan penuh imajinasi, keajaiban dan kebahagiaan dalam memandang dunia.

Produser Eksekutif Na Willa sekaligus CEO Visinema Studios, Herry B Salim, menjelaskan bahwa kegiatan ini terselenggara atas hasil kolaborasi dengan Kementerian Ekraf.

Ia menekankan pentingnya menghadirkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membekas secara emosional dan menetap di hati penonton.

Menurutnya, Na Willa yang diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo berhasil menghadirkan dunia dari sudut pandang anak-anak dengan sederhana, jujur dan imajinatif.

“Bagi kami di Visinema, setiap kali kami ingin membuat sebuah karya, kami selalu memulai dengan satu pertanyaan sederhana: cerita seperti apa yang akan memberikan makna dan menetap di hati para penontonnya, bahkan menjadi bagian dari core memory mereka. Kami melihat bahwa masyarakat Indonesia merindukan cerita-cerita yang hangat, yang bisa menyentuh relung hati serta mempererat kebersamaan, hubungan keluarga, maupun
persahabatan. Na Willa bukan sekadar tontonan, tapi sebuah undangan untuk mengingat kembali hangatnya keluarga, persahabatan, serta kebersamaan dalam hidup kita,” ujarnya.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang juga turut menyaksikan pemutaran film berharap semakin banyak karya film dengan tema beragam yang dapat memberikan nilai bagi masyarakat.

“Harapannya semakin banyak film-film seperti Na Willa yang bukan hanya tentang menonton tapi setelah kita pulang kita bisa membawa cerita, rasa, kembali ke rumah. Dan rasa itu bisa mengingatkan kita tentang value, hidup, integritas, kejujuran, bukan hanya tentang mengisi waktu, tetapi setelah menonton ada lesson learned, ada value yang kita bisa bawa pulang ke rumah,” ujarnya.

Sutradara sekaligus Penulis Na Willa, Ryan Adriandhy, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah terhadap perkembangan industri perfilman nasional. Diharapkan Na Willa dapat menjadi pilihan utama keluarga Indonesia di momen Lebaran tahun ini.

“Harapannya, Na Willa bisa menjadi film yang menemani keluarga Indonesia di momen Lebaran, sebuah cerita yang hangat, sederhana, dan bisa dinikmati bersama orang-orang
terdekat. Kami ingin menghadirkan pengalaman menonton yang tidak hanya berhenti di bioskop, tetapi juga tinggal sebagai rasa yang dibawa pulang, tentang keluarga, kebersamaan dan kebahagiaan. Semoga Na Willa bisa menjadi bagian dari momen #BahagiaBarengNaWilla bagi banyak keluarga Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Digital Ahmad Ridha Sabana; Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka; Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan; Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, serta perwakilan In Journey Airports, TMII, BCA, dan TransJakarta.

Wamen Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu dan Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan.(dim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *