Dari Balik Tembok Lapas, Warga Binaan Lantunkan Cinta Untuk Nabi Muhammad SAW
KEDIRI – POROSNEWS.CO
Lapas Kelas IIA Kediri menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dalam suasana penuh khidmat, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan ini diikuti jajaran petugas dan warga binaan sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta menjadikan akhlak beliau sebagai teladan dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Kasi Binadik Lapas Kediri, Bambang Setiawan. Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi warga binaan.
Melalui momentum ini, warga binaan diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki diri, serta menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah. Semoga melalui kegiatan ini, kita semakin meningkatkan keimanan, memperbaiki diri, dan mampu menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bambang.
Hadir sebagai pemateri, K.H. Arif Widodo dari Pondok Pesantren Lirboyo yang menyampaikan kajian tentang makna kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Ia mengajak seluruh warga binaan untuk tidak hanya mengungkapkan cinta kepada Rasulullah melalui ucapan, tetapi juga membuktikannya melalui peningkatan ibadah, memperbanyak shalawat, senantiasa bersabar, serta meneladani akhlakul karimah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
K.H. Arif Widodo juga mengingatkan masa pembinaan di Lapas dapat menjadi kesempatan untuk melakukan perubahan dan memperbaiki diri. Kesabaran dalam menjalani proses, ketekunan dalam beribadah, serta menjaga akhlak kepada sesama merupakan bagian dari upaya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan mendapatkan ridha Allah SWT.
Menutup kajiannya, K.H. Arif Widodo menyampaikan sebuah harapan yang menyentuh kepada seluruh jamaah. “Semoga nanti kita termasuk golongan hamba-hamba yang masuk surga bersama Rasulullah SAW karena mencintai beliau,” ungkapnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Lapas Kediri menjadi momentum untuk menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah di tengah proses pembinaan.
Dari balik tembok Lapas, lantunan shalawat dan pesan-pesan kebaikan diharapkan menjadi penguat langkah warga binaan untuk terus berubah, memperbaiki diri, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan berakhlak mulia.(dim)

