Mbak Wali Kunjungi Anak Diduga Korban Kekerasan, Pastikan Perlindungan dan Pemulihannya
KEDIRI – POROSNEWS.CO
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memastikan anak diduga korban kekerasan mendapatkan perlindungan maksimal untuk masa depannya.
Hal ini disampaikan saat Mbak Wali saat mengunjungi dua anak korban kekerasan yang telah dibawa ke Yayasan Sahhala di Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, Kamis (16/4/2026).
Kunjungan Wali Kota Kediri ini untuk memberikan dukungan moril kepada dua anak tersebut dan memastikan penanganan berjalan optimal.
Mbak Wali memberikan perhatian khusus dengan menyerahkan hadiah berupa boneka dan mainan sebagai bentuk penyemangat juga berdialog dengan keluarga serta pihak terkait guna memastikan anak-anak ini memperoleh pendampingan yang dibutuhkan.
“Pemerintah Kota Kediri sangat prihatin atas kejadian ini. Kasus ini termasuk serius. Anak-anak ini harusnya dijaga tetapi malah ada peristiwa seperti ini,” ujarnya.
Mbak Wali menjelaskan, Pemkot Kediri melakukan beberapa upaya sebagai langkah penanganan. Pertama, melakukan pendampingan kepada dua anak tersebut.
Kedua, melakukan pemulihan terhadap kondisi yang dialaminya. Psikolog akan mendampingi dua anak ini untuk memantau dan memulihkan kondisi psikisnya. Dinas Kesehatan setiap hari akan turun untuk memantau kondisi kesehatannya.
“Kita ketahui bersama ternyata adik-adik ini juga ada bekas luka di beberapa bagian tubuhnya. Dinas Kesehatan akan memberikan obat-obatan untuk pemulihan lukanya. Sementara psikolog akan membantu memulihkan psikisnya,” jelasnya.
Wali kota mengungkapkan jajaran OPD terkait telah berkoordinasi untuk anak diduga korban kekerasan ini tinggal di Yayasan Sahhala, apabila tinggal di rumahnya sendiri tidak memungkinkan.
“Tadi saya lihat adik-adik ini mulai mau bicara dan bermain dengan teman-teman lain. Harapannya adik-adik tidak kesepian,” ungkapnya.
Selama ini dua anak tersebut tidak memiliki dokumen kependudukan. Mbak Wali menambahkan, dokumen kependudukannya akan segera diproses. Pemantauan juga akan terus dilakukan terhadap kondisinya.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga terdekat. Alhamdulillah kakak kandungnya masih ada jadi kami akan terus koordinasi,” jelasnya.
Sementara Ketua Yayasan Sahhala, Ulya memaparkan, untuk pemulihan trauma anak-anak ini banyak sekali aktivitas yang dilakukan. Di sini anak-anak bisa bermain, lalu juga ada taman baca, pagi diikutkan sekolah, ada kegiatan mendongeng dan berkebun.
Kepengasuhan di sini layaknya keluarga, apa yang dimakan oleh pengasuh juga dimakan oleh anak-anak. “Di sini tempat healing untuk anak-anak. Kalau di sini anak-anak ini merdeka bermain, merdeka berkreasi dan bereskpresi. Merdeka ini bukan berarti bebas karena tetap ada aturannya. Kami bawa ke sini karena kasihan apabila anak-anak ini berada di kondisi awal mereka,” paparnya.
Turut mendampingi, Pj Sekda Endang Kartika Sari, Kepala Dinas Sosial Imam Muttakin, Kepala DP3AP2KB Muhammad Fajri, Perwakilan Dinas Kesehatan, Camat Kota, Camat Mojoroto, Lurah Ngronggo, Lurah Mojoroto, dan pihak terkait lainnya.(dim)

