Menjelang Akhir Musim Giling Harga Tebu Terus Naik Rp 91.000 Per Kuintal, Petani Tebu Dapat Berkah
KEDIRI – POROSNEWS.CO
Dalam dua pekan terakhir banyak petani tebu serta tengkulak tebu yang mendapat kabar manis dan menguntungkan dari pekan-pekan sebelumnya. Keuntungan yang diperoleh bisa menutup kekurangan di minggu- minggu sebelumnya.
Dibanding bulan sebelumnya, harga tebu per kuintal mengalami kenaikan yang signifikan sejak awal September 2026. Pada bulan April harga tebu di Blitar masih dikisaran Rp 78.000 per kuintal. Sedangkan pada awal bulan September mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi yakni kisaran Rp 90.000 – Rp 91.000 per kuintal.
“Apabila dianalogikan pada truk tebu yang mampu mengangkut 9 sampai 10 ton per truk maka satu muatan truk tebu dapat dihargai kisaran Rp 9 juta bahkan lebih. Padahal bisanya hanya Rp 6 – Rp 7 jutaan saja,” ungkap Budi, petani tebu asal Blitar.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan harga tebu naik secara signifikan. Diantaranya, karena banyaknya industri gula yang mulai bermunculan dan membutuhkan bahan baku tebu (BBT) , sehingga muncul persaingan dalam memenuhi kebutuhan BBT.
Kemudian didukung tingkat kematangan tebu, kebersihan pemotongan batang dari daun kering serta pucuk daun dan yang paling penting adalah tingginya rendemen yang dihasilkan tebu.
Tanaman tebu yang siap untuk dipanen pada usia 11 bulan biasanya ditandai dengan munculnya bunga putih yang halus dibagian pucuk batang. Tebu yang dipanen pada saat yang tepat akan menghasilkan rasa yang sangat manis.
Kemudian faktor kebersihan pemotongan batang juga perlu diperhatikan karena beberapa buruh menebang tebu asal asalan serta tidak membersihkan dari daun kering yang menempel pada batangnya sehingga pihak pabrik mengurangi harga jual karena kualitas dan kuantitas tidak sesuai akibat bobot tambahan pucuk daun dan daun kering.
Faktor terakhir, karena saat ini sudah memasuki masa akhir musim giling dan menipisnya bahan baku tebu. “Faktor terakhir ini yang sangat berpengaruh terhadap kenaikan harga tebu saat ini,” jelas Budi.(dim)

