Religi

Prof DR Muhammad Nuh : Muktamar NU Harus Berlangsung Sejuk dan Tidak Saling Mengumbar Aib

KEDIRI – POROSNEWS.CO
Sekretaris Steering Committe Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU Prof DR Muhammad Nuh mengharapkan pelaksanaan Muktamar NU pada 1- 5 Agustus 2026 mendatang berlangsung sejuk dan tidak saling mengumbar aib.

“Suasana Muktamar NU harus berlangsung sejuk supaya tidak saling menegasikan, tapi saling mempromosikan calon,” ungkap Prof DR Muhammad Nuh usai penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, Senin (22/6/2026).

Dijelaskan, jika suasana Muktamar NU berlangsung panas, maka antarkandidat yang sering terjadi saling menjelekkan. “Padahal jelek itu aib atau aurot yang harus ditutup bukan harus diobral. Sehingga suasana Muktamar NU harus berlangsung sejuk,” jelasnya lagi.

Diungkapkan, dengan saling mempromosikan kebaikan masing-masing calon ketua umum akan muncul kesejukan. “Calon A itu bagus, calo B itu bagus, calon C juga bagus. Sehingga kebagusannya yang dieksplor,” paparnya.

Mantan Rektor ITS Surabaya itu mengibaratkan memilih calon ketua umum PBNU itu seperti untuk memilih sopir, atau masinis, atau mualim atau pilot.

“Kata umumnya sama-sama sopir sebenarnya. Sopir kendaraan biasa, sopir kereta api yang namanya masinis. Sekarang yang kita butuhkan sopir yang mana ?,” ungkapnya.

Jika kita ibaratkan seperti kereta api, maka yang dibutuhkan adalah masinis. Kalau yang dibutuhkan seperti pesawat maka yang dipilih seperti pilot. “Semuanya baik, tinggal kita sesuaikan dengan kondisinya,” jelasnya.

Namun mantan Menteri Pendidikan Tinggi di era Kabinet Presiden SBY tidak setuju jika suasana Muktamar NU yang akan datang malah berlangsung adem ayem.

“Muktamar harus berlangsung sejuk. Kalau adem ayem dan dingin malah tidak nafsu. Dingin itu malah tidak bagus,” ungkapnya sambil tersenyum.(dim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *