Religi

KH Nurul Huda Djazuli : Kalau NU Hidup, InsyaAllah Pondok Pesantren Akan Hidup, Kalau NU Mati Semua Mati

KEDIRI – POROSNEWS.CO

Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, KH Nurul Huda Djazuli (Gus Dah) menyampaikan rasa syukur mendalam atas kehadiran para masyayikh, petinggi negara, politisi, serta jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di pondok pesantrennya. 

Kehadiran para tokoh ini membuat suasana pesantren di kawasan Mojo tersebut jauh lebih ramai dari hari biasanya.

Dalam penyampaiannya, ulama sepuh yang akrab disapa Mbah Yai Nurul ini mengaku sangat tersanjung, secara khusus, beliau menyoroti kehadiran Menteri Agama (Menag), Nasarudin Umar yang datang secara tak terduga ke Pesantren Ploso.

​“Banyak kiai yang hadir, banyak pejabat yang hadir. Bahkan Menteri Agama hadir. Yang dihatur-haturi (diundang) ga tau rawuh (tidak pasti bisa datang), kok ini malah rawuh (hadir). Alhamdulillah luar biasa,” ujar Kiai Nurul pada pembukaan Munas-Konbes NU, Sabtu, (20/6/2026) malam.

Sejumlah tokoh yang tampak hadir di antaranya Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua Umum PBNU periode 2010-2021 KH Said Aqil Siradj.

Ada pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, serta Wakil Bupati Kediri.

​Kiai Nurul menyampaikan harapannya agar NU saat ini dapat tetap berjalan teratur dengan baik di dalam asasnya, sehingga semua pihak merasa dimiliki dan dilindungi. 

Dengan situasi zaman terus berubah dari masa ke masa, beliau berdoa agar NU tetap berada dalam keadaan qoiman daiman (berdiri tegak selamanya) berkat barokah serta keteguhan dari para guru dan pendiri terdahulu, seperti KH Hasyim Asy’ari.

​Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menekankan kaidah mengenai hubungan erat antara organisasi NU dan keberlangsungan pesantren.

​“Kalau NU hidup, insyaAllah pondok pesantren akan hidup. Tapi kalau NU mati, semua mati,” tegasnya.

​Oleh karena itu, Kiai Nurul mendoakan agar perjuangan dan jasa para pimpinan serta tokoh yang ikut membesarkan NU dicatat sebagai amalan sholihan maqbulan (amal saleh yang diterima). 

Beliau juga berharap para pemimpin NU dapat terus berjuang dengan tulus dan ikhlas.

​”InsyaAllah dengan niat kholisotan mukhlisotan lillah (murni karena Allah), Allah tetap memberikan balasan-balasan yang sama sekali di luar dugaan,” pungkasnya.(dim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *