Munas dan Konbes NU 2026, Komisi Organisasi Bakal Bahas Reformasi Organisasi
KEDIRI – POROSNEWS.CO
Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang berlangsung di Ponpes Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri telah siap digelar, Sabtu – Minggu (20-21/6/2026).
Wakil Koordinator Keamanan Munas-Konbes NU 2026, Nabil Haroen menjelaskan, semua persiapan teknis di lapangan sudah berjalan baik. Malahan rapat koordinasi terakhir, semua persiapan sudah matang.
Pria yang akrab disapa Gus Nabil menjelaskan, untuk mengamankan kegiatan tersebut bakal dikerahkan sekitar 400 petugas keamanan dari internal badan otonom (banom) NU seperti Ansor, Banser, Pagar Nusa, IPPNU dan Garda Fatayat.
“Sampai menjelang kegiatan Munas dan Konbes kami belum melihat sesuatu yang mengganggu persiapan pelaksanaannya. Kita menghimbau peserta Munas dan Konbes untuk menaati tata tertib dan aturan yang ditetapkan,” jelasnya.
Kegiatan Munas dan Konbes ini bakal diikuti dari seluruh perwakilan Indonesia dengan jumlah diperkirakan mencapai 500 peserta.
Gus Nabil menyampaikan sejauh ini potensi yang diperkirakan bakal menghangat berkaitan dengan diskusi tentang pemilihan Ahlul Hali Wal Ahdi (AHWA) yang akan menentukan untuk memilih Rois Amm PB NU. “Ini sekarang yang sedang hangat,” ungkapnya.
Dijelaskan kegiatan Munas dan Konbes bertugas untuk menyiapkan materi -materi yang akan disahkan di Muktamar NU. “Kegiatan Munas dan Konbes ini semacam persiapan pra muktamar. Ini permusyawaratan kedua setelah muktamar untuk membahas komisi organisasi, komisi rekomendasi maupun bahtsul masail,” jelasnya.
Nabil memperkirakan pembahasan di komisi organisasi bakal berlangsung hangat. Karena ada beberapa pihak dari wilayah dan badan otonom NU yang menginginkan adanya reformasi organisasi.
“Contohnya seperti Banom Pagar Nusa dan Ansor mengusulkan banom -banom ini punya hak suara memilih ketika muktamar. Karena selama ini kami hanya mengikuti tapi tidak memiliki hak suara,” jelasnya.
Usulan ini yang paling mengemuka di forum Munas dan Konbes yang bakal diusulkan di forum muktamar NU.
Dari pengecekan terakhir tercatat sudah lebih dari 38 pengurus wilayah NU yang telah mendaftarkan diri mengikuti kegiatan Munas dan Konbes di Ponpes Al Falah Ploso.
Nabil Haroen juga menyampaikan telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak seperti Dinas Perhubungan, TNI, Polri dan Satpol PP untuk melakukan mitigasi adanya kemungkinan gangguan kelancaran kegiatan Munas dan Konbes.
Mengingat jalur jalan menuju ke Ponpes Al Falah Ploso merupakan jalur kecil yang membutuhkan perhatian serius supaya tidak sampai terjadi penumpukan kendaraan yang mengganggu masyarakat. “Sinergi kami dengan para pihak berjalan baik dan maksimal,” jelasnya.
Terkait dengan pengamanan kegiatan, seluruh peserta maupun peninjau dan tamu undangan akan dibekali dengan ID card yang ada barcodenya. Upaya itu menjadi skrining peserta masuk ke lokasi.
“Ada 4 ring pengamanan mulai ring 4, ring 3, ring 2 dan ring 1. Setiap banom juga menyiapkan pengamanan tertutup jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi,” jelasnya.
Sesuai rencana saat pembukaan Munas dan Konbes ada sejumlah anggota kabinet yang diundang. Beberapa menteri sudah konfirmasi akan hadir, namun kepastiannya masih menunggu fixsasi lagi.
Sementara untuk Presiden Prabowo Subianto akan diundang saat penutupan Munas dan Konbes yang berlangsung Selasa (22/6/2026) di Ponpes Syeikhona Cholil Bangkalan, Madura.(dim)

