Pembiayaan Keuangan Syariah Terus Bertumbuh di Wilayah Karesidenan Kediri dan Madiun
KEDIRI – POROSNEWS.CO
Pembiayaan lembaga keuangan syariah di wilayah Kantor OJK Kediri yang meliputi Karesidenan Kediri dan Madiun terus mencatat pertumbuhan yang signifikan.
Hal ini terungkap dari pemaparan tiga pembicara dari lembaga keuangan syariah yang hadir pada kegiatan Financial Journalist Class Sesi 2 yang berlangsung di Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Kediri Bandar, Kota Kediri, Kamis (27/8/2026).
Seperti disampaikan Area Manager BSI Area Kediri, Angga Wahyuda Prawiroso, memaparkan peran BSI dalam melayani calon jemaah haji, mulai dari pendaftaran hingga pelunasan, serta pengembangan layanan Bank Bullion melalui Tabungan Emas, Cicil Emas, dan gadai emas.
Hingga Juli 2026, BSI di wilayah Kediri dan sekitarnya mencatat pertumbuhan NoA baru 15,03% YoY, Dana Haji 16,73% YoY, serta pertumbuhan signifikan pada Tabungan Emas dengan NoA 1.175,30% YoY dan gramasi 152,37% YoY.
Capaian itu turut didukung penguatan layanan digital melalui BYOND by BSI, yang memungkinkan pembukaan Tabungan Haji dan Tabungan Emas secara digital, sekaligus menyediakan fitur informasi jadwal salat, paket umrah, lokasi ATM dan cabang terdekat, serta berbagai program BSI, sehingga layanan semakin mudah, cepat, dan nyaman bagi masyarakat.
Selanjutnya, Regional Manager PT Adira Multi Finance Tbk Area Jatim, Ahmad Syauqi menyampaikan bahwa Adira Finance terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui Unit Usaha Syariah.
Fokus utama perusahaan adalah menyediakan solusi pembiayaan yang sesuai prinsip syariah, mulai dari pembiayaan kendaraan, multiguna, hingga pembiayaan ibadah.
Hingga akhir 2025, Adira Finance mencatat kinerja positif pada segmen syariah. Total penyaluran pembiayaan baru berbasis syariah mencapai Rp 9,8 triliun. Angka tersebut berkontribusi sekitar 23% terhadap total pembiayaan baru perusahaan sepanjang 2025.
Sebelumnya hingga November 2025, pembiayaan syariah sudah tumbuh 13% YoY menjadi Rp 8,1 triliun dengan kontribusi 21% terhadap portofolio. Adira Finance terus mendorong inovasi produk agar masyarakat memiliki akses pembiayaan yang lebih pasti dan terpercaya.
Sementara Direktur Utama PT BPRS Tunas Artha Jaya Abadi, Triyas Nurzain menyampaikan capaian perusahaan dalam mendukung pemberdayaan pelaku usaha mikro melalui pembiayaan dengan akad Murabahah dan Musyarakah.
Pembiayaan tersebut diarahkan untuk membantu peningkatan kapasitas usaha, khususnya bagi pedagang, petani, dan pelaku industri rumahan di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Hingga Juni 2026, BPR Syariah Tunas Artha Jaya Abadi mencatat outstanding pembiayaan sebesar Rp 56 miliar, di antaranya Rp 27 miliar merupakan pembiayaan modal kerja.
Melalui pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha, BPR Syariah Tunas Artha Jaya Abadi berkomitmen tidak hanya menyediakan akses permodalan, tetapi juga menjadi mitra bagi nasabah untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan dengan tetap menjunjung prinsip syariah dan kehati-hatian.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih lanjut terkait produk dan berbagai isu terkait industri jasa keuangan syariah.
Melalui Financial Journalist Class Sesi 2, FKIJK Komisariat Kediri dan Madiun berharap sinergi antara industri jasa keuangan dan insan pers semakin kuat sehingga informasi mengenai perkembangan, produk, dan layanan keuangan syariah dapat tersampaikan secara edukatif, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat.(dim)

