Tim Penggerak PKK Kota Kediri Gandeng Ponpes Wali Barokah Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Santri
KEDIRI – POROSNEWS.CO
Tim Penggerak PKK Kota Kediri menggandeng Ponpes Wali Barokah melaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi ratusan santriwati, pada Selasa (5/5/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 250 peserta ini merupakan kolaborasi dengan Puskesmas Pesantren 2 dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK.
Program ini mencakup skrining kesehatan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga kolesterol. Selain fisik, aspek kesehatan mental dan edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) juga menjadi fokus utama. Hal ini sejalan dengan visi Kota Kediri “MAPAN” (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangenin).
Ketua TP PKK Kota Kediri, Faiqoh Azizah menekankan bahwa santri adalah aset bangsa yang harus dijaga kebugarannya. “Dengan aktivitas belajar yang padat, kesehatan santri harus diprioritaskan agar proses menuntut ilmu berjalan optimal,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, memberikan apresiasi terhadap inisiatif pemerintah daerah yang masuk ke lingkungan pesantren. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul secara religius, tetapi juga tangguh secara fisik.
“Kami menyambut baik sinergi antara TP PKK dan Ponpes Wali Barokah ini. Santri yang sehat adalah pondasi bagi terwujudnya masyarakat yang produktif. Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam upaya deteksi dini kesehatan dan penguatan karakter santri, sehingga lingkungan pesantren tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan sehat untuk bertumbuh,” tegasnya.
Dijelaskan, cek kesehatan gratis ini sangat bermanfaat. Jika santri sehat, maka kualitas belajar mereka juga akan meningkat. “Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih luas,” tambahnya.
Tak hanya aspek fisik, kegiatan ini juga memberikan perhatian pada kesehatan mental. Pendampingan dilakukan oleh tenaga psikolog dan fasilitator, dengan dukungan ustadz dan ustadzah serta kolaborasi lintas sektor guna memastikan penanganan yang komprehensif.
Selain itu, pihak pesantren terus memperkuat komitmen sebagai lingkungan ramah anak dengan menekankan pencegahan perundungan dan kekerasan. Para santri dibina untuk saling menghormati serta menjaga suasana yang aman dan nyaman.
Ia menambahkan, pihak pondok telah menerapkan sistem pengasuhan yang komprehensif, termasuk layanan bimbingan konseling dan pencegahan perundungan (anti-bullying).
“Jika santri sehat, kualitas belajar meningkat. Kami berharap kerja sama ini berkelanjutan dan mampu menjangkau cakupan yang lebih luas lagi di masa depan,” pungkasnya.(dim)

