Daerah

Jelajah Sejarah Kota Kediri, Mbak Wali Ajak Kembangkan Potensi Lokal Kota Kediri Sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif

KEDIRI – POROSNEWS.CO

Beragam potensi Kota Kediri, mulai dari bangunan bersejarah, kuliner legendaris, usaha pangan yang telah bertahan sejak puluhan tahun, hingga pertunjukan seni budaya yang sarat cerita, terus diperkenalkan agar semakin dikenal masyarakat luas.

Potensi-potensi tersebut menjadi bagian dari kekayaan Kota Kediri yang harus terus dikembangkan agar dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang dan singgah.

Melalui kegiatan Kediri Heritage Walking Street atau Jelajah Sejarah Kota Kediri, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri dan rombongan menyusuri sudut-sudut kota untuk mengenal sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan potensi wisata Kota Kediri, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Kediri dengan OJK Kediri ini juga mengajak peserta memahami cerita di balik tempat-tempat bersejarah melalui penjelasan Komunitas Pelestari Sejarah dan Budaya Kadhiri.

Rombongan memulai perjalanan dari Jalan Stasiun menuju Makam Syekh Al Wasil Syamsuddin Setono Gedong. Perjalanan berlanjut ke Susu Karunia, pabrik susu legendaris yang berdiri sejak era 1980-an, kemudian ke rumah Bahkacung, produksi tahu tertua di Kediri.

Di lokasi ini, rombongan berkesempatan melihat secara langsung proses pembuatan tahu dan belanja berbagai produk kuliner khas Kota Kediri.

Jelajah sejarah berlanjut ke Kantor Kelurahan Pakelan yang juga merupakan bangunan bersejarah. Sebagai destinasi terakhir, rombongan mengunjungi Klenteng Tjoe Hwie Kiong yang menyambut kedatangan peserta dengan pertunjukan barongsai.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan menyaksikan pertunjukan Wayang Potehi, yang menjadi bagian dari kekayaan seni dan budaya.

Dalam kesempatan itu, Mbak Wali mengajak masyarakat untuk mengenali dan menjaga warisan sejarah Kota Kediri. Menurutnya, setiap sudut kota memiliki cerita yang menjadi bagian dari identitas daerah sekaligus pembelajaran untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Heritage bukan sekadar bangunan lama, tetapi juga memiliki potensi menjadi daya tarik wisata, budaya, dan penggerak ekonomi kreatif. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan potensi yang ada di Kota Kediri,” jelasnya.

Mbak Wali berharap, melalui Kediri Heritage Walking Street, semakin banyak pihak yang terlibat memperkenalkan kekayaan sejarah Kota Kediri. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat mengoptimalkan potensi heritage sebagai daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri menyampaikan bahwa kegiatan Kediri Heritage Walking Street diharapkan menjadi langkah awal untuk menggali potensi sejarah, budaya, dan heritage Kota Kediri sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif.

Menurutnya, banyak potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari bangunan cagar budaya, kuliner khas seperti tahu Kediri, hingga wisata jalan kaki yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

“Harapannya, Kediri Heritage Walking Street ini bisa menjadi program TPAKD ke depan. Kita bisa mengembangkan berbagai inovasi dan berkolaborasi dengan pelaku UMKM, komunitas fotografi, serta pegiat ekonomi kreatif lainnya. Sehingga, kegiatan ini tidak hanya mengenalkan sejarah dan budaya, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk kembali berkunjung ke Kota Kediri yang ngangeni,” ujarnya.

Turut mengikuti kegiatan ini, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat, perwakilan Forkopimda Kota Kediri, perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan II Surabaya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Eko Lukmono, Lembaga Jasa Keuangan, Lurah Kota Kediri, serta tamu undangan lainnya.(dim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *