Daerah

Mbak Wali Ajak Pelajar Lestarikan Budaya Jawa dan Bijak Bermedia Sosial

KEDIRI – POROSNEWS.CO

Penampilan dalang cilik dari SMPN 3 Kota Kediri menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan Teach to Inspire bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Rabu (28/10/2026).

Melalui seni pedalangan yang dibawakan dalam bahasa Jawa, siswa menunjukkan bahwa budaya daerah dapat terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman.

Mbak Wali menyaksikan langsung penampilan seni dan budaya para siswa sebelum berdiskusi serta berbagi motivasi bersama ratusan pelajar.

Selain tari Perahu Layar, penampilan dalang cilik yang menggunakan bahasa Jawa turut menarik perhatian. Keterlibatan siswa dalam seni pedalangan menjadi salah satu upaya mengenalkan sekaligus melestarikan bahasa dan budaya daerah sejak dini.

Wali Kota Kediri mengapresiasi kreativitas para siswa yang turut menjaga keberlangsungan bahasa Jawa melalui penampilan tersebut.

Menurutnya, bahasa daerah merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus dipelajari, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia juga berharap bahasa Jawa dapat dikenal lebih luas, termasuk oleh masyarakat dari negara lain.

“Mbak Wali bangga adik-adik turut melestarikan bahasa Jawa. Mbak Wali memberikan hadiah ini sebagai motivasi sekaligus inspirasi bagi anak-anak lainnya. Berbahasa Jawa itu keren dan harus kita lestarikan,” ujarnya.

Mbak Wali berharap penampilan dalang cilik dapat menginspirasi siswa lainnya untuk mengenal dan mencintai budaya lokal. Pelestarian budaya dapat dilakukan melalui keterlibatan generasi muda dalam mempelajari dan menampilkan kesenian tradisional di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dalam sesi diskusi, Wali Kota Kediri juga menekankan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara produktif.

Di era digital, tantangannya bukan hanya menemukan informasi, tetapi juga memilih konten yang bermanfaat. Para siswa diingatkan agar tidak sekadar menghabiskan waktu dengan menggulir media sosial tanpa tujuan, melainkan memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan menghasilkan karya.

“Saya titip pesan kepada adik-adik sekalian untuk menggunakan teknologi agar bisa menghasilkan karya. Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna, tetapi tidak bisa menciptakan karya. Boleh adik-adik melihat TikTok dan YouTube, tetapi harus memahami batasan waktu. Ketika di sekolah, adik-adik harus fokus belajar. Setelah pulang sekolah, manfaatkan gawai untuk belajar,” ujarnya.

Selain mengajak siswa memanfaatkan teknologi secara produktif, Mbak Wali juga mendorong mereka menyusun target pencapaian dan merencanakan kegiatan harian secara terarah. Dengan demikian, para siswa dapat menentukan hal-hal yang perlu dilakukan setiap hari untuk mendukung pencapaian cita-cita.

Mbak Wali meyakini setiap anak memiliki cita-cita yang perlu diperjuangkan melalui perencanaan dan usaha yang tepat.

Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Mbak Wali berpesan agar para siswa terus bersemangat meraih cita-cita dan tidak takut untuk bermimpi.

“Terlebih di Hari Sumpah Pemuda ini, Mbak Wali berpesan agar adik-adik terus semangat meraih cita-cita. Jangan takut bermimpi dan memiliki cita-cita. Kalian harus memperjuangkan cita-cita kalian,” ajaknya.(dim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *