Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan, Pemkot Kediri Menggelar Gerakan Pangan Murah Selama 5 Hari
KEDIRI – POROSNEWS.CO
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama 5 hari, mulai Senin hingga Jumat (20- 24/7/2026). Kegiatan ini untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kegiatan GPM telah berlangsung Senin (20/7/2026) Balai Kelurahan Bangsal, Selasa (21/7/2026) Balai Kelurahan Banjarmlati dan Rabu (22/7/2026) di Balai RW 1 Kelurahan Kaliombo. Sedanhkan Kamis (23/7/2026) Balai Kelurahan Bawang, dan Jumat (24/7/2026) di SMPN 1 Kediri untuk memperingati HUT Palasari.
Un Ahmad Nurdin, Kepala DKPP Kota Kediri menjelaskan, pelaksanaan GPM merupakan tindak lanjut atas surat Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah antisipatif terhadap potensi gejolak harga pangan di tengah masyarakat, khususnya setelah periode pendaftaran sekolah yang diperkirakan memengaruhi daya beli masyarakat.
“Kami melaksanakan Gerakan Pangan Murah selama lima hari sebagai tindak lanjut arahan dari Bapanas sekaligus untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan. Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujar Un Ahmad Nurdin, Selasa (21/7/2026).
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Kediri menggandeng berbagai mitra kerja. Perum Bulog menyediakan beras medium SPHP, PG Meritjan memasok gula konsumsi, PT SMS menyediakan minyak goreng, Perumda Pasar Joyoboyo menyediakan aneka cabai, sedangkan petani dan peternak mitra DKPP menyediakan berbagai komoditas seperti sayuran hidroponik, telur ayam, dan susu kambing.
Menurutnya, seluruh komoditas yang tersedia pada kegiatan tersebut dijual dengan harga di bawah atau maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga lebih murah dibandingkan harga pasar, terutama ketika terjadi keterbatasan pasokan yang dapat memicu kenaikan harga.
“Di setiap lokasi kami menyiapkan sekitar 400 paket sembako. Sementara untuk komoditas lainnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kami tidak membatasi jumlah pembelian, namun kegiatan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki KTP Kota Kediri,” jelasnya.
Dihimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau menimbun bahan pangan karena ketersediaan pangan di Kota Kediri hingga saat ini masih dalam kondisi aman. “Kami berharap masyarakat tidak panic buying. Belanjalah sesuai kebutuhan karena stok pangan di Kota Kediri aman,” tambahnya.
Nika, Salah satu warga Kelurahan Tamanan yang berbelanja di Kelurahan Banjarmlati, mengaku mengetahui informasi GPM melalui akun Instagram Pemerintah Kota Kediri. Pada kesempatan itu, ia membeli beras, aneka cabai, dan bawang.
Menurutnya, harga yang disediakan pemerintah lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran tanpa mengurangi kualitas produk yang dijual. “Harganya lebih murah tetapi kualitasnya tetap bagus, jadi sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan dapur. Saya hampir selalu datang kalau ada GPM karena lokasinya mudah dijangkau dan bisa berbelanja lebih hemat,” ungkapnya.
Nika berharap kegiatan GPM dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.(dim)

