Prosesi Nikah Massal di Dalam Mobil Klasik VW Combi Sukses Tercatat di Rekor MURI
KEDIRI – POROSNEWS.CO
Rasa bahagia, haru, sekaligus grogi menyelimuti pasangan Sunarko dan Srianik, warga Kelurahan Pakelan. Mempelai ini yang mengikuti kegiatan Nikah Massal yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kediri dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147 di Jalan Stasiun, Jumat (24/7/2026).
Momen sakral itu terasa semakin istimewa karena prosesi akad nikah dilaksanakan di dalam mobil klasik Volkswagen (VW) Combi bersama 52 pasangan pengantin lainnya, sekaligus sukses tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI).
Bagi pengantin asal Kecamatan Kota itu, mengikuti program ini merupakan anugerah terindah dan merupakan bentuk partisipasi untuk memeriahkan hari jadi Kota Kediri.
“Perasaan kami bahagia, grogi, terharu, campur aduk. Memang dari awal kami berinisiatif sendiri ingin ikut dan memeriahkan Hari Jadi Kota Kediri. Informasinya kami tahu dari media sosial Pemerintah Kota Kediri,” ungkap Sunarko.
Diceritakan, proses persiapan pernikahan berjalan lancar. Mereka mengurus rekomendasi nikah melalui Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan setempat dan mendapat dukungan penuh dari kedua pihak keluarga yang turut hadir menyaksikan dan menjadi saksi momen bersejarah tersebut.
Menurutnya, pengalaman menikah di dalam mobil VW Combi menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan. “Seru dan asyik karena unik. Baru pertama kali di Indonesia ada nikah massal di dalam mobil klasik. Ini akan menjadi cerita yang selalu kami kenang bersama keluarga,” ujarnya.
Tak lupa, keduanya menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kediri atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan pada kegiatan tersebut, karena para pengantin tidak dibebankan biaya sepeser pun alias gratis.
Usai resmi menjadi pasangan suami istri, Sunarko dan Srianik berharap dapat membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah, dilimpahi rezeki, serta diberikan kemudahan dalam menjalani kehidupan bersama.
Sementara Qowimudin Toha, Wakil Wali Kota Kediri sekaligus sebagai Ketua Pelaksana Nikah Massal menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147 serta sebagai bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat.
“Kota Kediri hadir untuk warga yang ingin melangsungkan pernikahan namun memiliki keterbatasan ekonomi. Seluruh kebutuhan prosesi kami fasilitasi secara gratis sehingga pasangan pengantin dapat melangsungkan akad nikah dengan khidmat dan penuh kebahagiaan,” jelasnya.
Qowimudin menambahkan, penyelenggaraan nikah massal merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Kediri dengan Volkswagen Indonesia Association (VIA) yang pada waktu bersamaan menggelar Jambore Nasional (Jamnas) di Kota Kediri.
Sinergi tersebut menghadirkan konsep pernikahan yang unik dengan melibatkan 53 unit VW Combi sebagai lokasi akad nikah.
Prosesi pernikahan juga berlangsung lengkap sebagaimana akad nikah pada umumnya, diawali selamatan dan kirim doa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga khutbah nikah.
Setelah Salat Jumat, para pengantin dijadwalkan mengikuti prosesi temu manten yang dilanjutkan pesta rakyat dengan sajian 1.000 porsi soto ayam dan nasi pecel tumpang gratis untuk masyarakat.
“Harapan kami, seluruh pasangan memiliki kenangan seumur hidup yang dapat dikenang bersama keluarga. Selamat menempuh hidup baru, semoga seluruh pengantin mendapatkan hidayah, inayah, dan maunah dari Allah SWT sehingga mampu membentuk keluarga sakinah, mawadah, warahmah,” tuturnya.
Pada kesempatan itu Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, Ketua VIA menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Pemerintah Kota Kediri dan VIA yang berhasil menghadirkan nikah massal 53 pasangan di dalam mobil VW Combi hingga tercatat sebagai Rekor MURI.
Menurutnya, VW dipilih bukan sekadar sebagai mobil klasik, tetapi menjadi simbol perjalanan, persaudaraan, kebersamaan, dan lintas generasi.
Melalui peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147, Nanan berharap semangat inovasi dapat terus berjalan beriringan dengan pelestarian tradisi. Seluruh pasangan pengantin diharapkan mampu membangun keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah serta melahirkan generasi yang berkarakter dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.(dim)

