Daerah

Mbak Wali Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD, Tegaskan Komitmen Tingkatkan PAD dan Kinerja BUMD

KEDIRI – POROSNEWS.CO

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna di Ruang BKPSDM, Jumat (17/07/2026).

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Firdaus. Sebelum Wali Kota Kediri memberikan jawaban, terlebih dulu 7 Fraksi DPRD menyampaikan pandangan umumnya.

Mbak Wali mengatakan pemerintah daerah terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meminimalisir kebocoran.

Hal itu dilakukan melalui beberapa upaya. Yakni, optimalisasi pendataan dan pemutakhiran data obyek pajak dan retribusi, penerapan pembayaran non tunai, pemanfaatan sistem monitoring secara real time, penguatan pengawasan melalui pemasangan alat monitoring data transaksi (tax mapper), serta peningkatan kepatuhan wajib pajak dan wajib retribusi. Melalui edukasi, sosialisasi, penegakan regulasi secara konsisten, dan pemeriksaan.

Untuk memperkuat kontribusi terhadap PAD dari BUMD, juga dilakukan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Ada beberapa langkah yang dilakukan, antara lain, pengembangan layanan digital, peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan, optimalisasi pemanfaatan aset perusahaan, pengembangan produk dan jasa baru yang memiliki prospek usaha, peningkatan kerja sama dengan berbagai pihak, serta pelaksanaan transformasi tata kelola perusahaan agar lebih profesional, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan usaha.

Berdasarkan realisasi tahun anggaran sebelumnya, Perumda Pasar telah mampu melampaui target kontribusi PAD yang ditetapkan. Sehingga capaian tersebut akan terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui berbagai inovasi pelayanan dan pengelolaan usaha.

“Secara umum Pemerintah Kota Kediri senantiasa melakukan evaluasi kinerja BUMD. Melalui penetapan indikator kinerja yang terukur, monitoring berkala, evaluasi terhadap pencapaian target perusahaan, serta penguatan implementasi tata kelola perusahaan yang baik sehingga BUMD mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Mbak Wali menjelaskan mengenai capaian misi maju dan produktif. Untuk misi maju, dapat dilihat pada indikator indeks gini, persentase kontribusi, sektor strategis perdagangan, pertanian dan perikanan terhadap PDRB, indeks daya saing daerah, tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka yang pada tahun 2025 semua capaiannya masuk kategori sangat tinggi.

“Sedangkan indikator pertumbuhan ekonomi, meskipun pertumbuhannya belum optimal, namun pertumbuhan ekonomi non industri pengolahan cukup tinggi sebesar 7,33 persen. Proporsi PDRB non industri pengolahan juga mengalami kenaikan sebesar 1,09 persen,” jelasnya.

Sementara untuk capaian misi produktif dapat dilihat pada indikator indeks pembangunan manusia, indeks kesehatan, indeks pendidikan, indeks pembangunan gender yang pada tahun 2025 semua capaiannya masuk kategori sangat tinggi.

Terakhir, wali kota juga memaparkan mengenai strategi mengatasi keterbatasan kapasitas TPA. Dalam rangka mengatasi masalah kapasitas TPA, Pemerintah Kota Kediri melakukan langkah-langkah. Yakni, optimalisasi pengurangan sampah di TPS3R, meningkatkan peran aktif dari Bank Sampah, pembuatan sistem pemilah sampah di sumber sampah.

Turut hadir, pimpinan dan anggota DPRD, Pj Sekda Endang Kartika, Plt Sekretaris Dewan Anang Kurniawan, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Direktur BUMD, dan tamu undangan lainnya.(dim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *