Ekonomi Bisnis

OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor

PONOROGO – POROSNEWS.CO

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi Pasar Modal Syariah di kalangan generasi muda untuk memperluas basis investor domestik sekaligus mencetak investor yang cerdas, bijak dan memahami risiko investasi.

Upaya ini dilakukan melalui pelaksanaan Kuliah Umum Pasar Modal Syariah yang diikuti ratusan mahasiswa di Universitas Darussalam Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (2/7/2026).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam kuliah umum itu menyampaikan, minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan tren yang positif.

Hingga pertengahan Mei 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar 28,1 juta investor, dengan lebih dari 54 persen di antaranya merupakan investor berusia di bawah 30 tahun.

Sementara jumlah investor pasar modal di Provinsi Jawa Timur telah mencapai sekitar 3,1 juta investor dan menjadi provinsi dengan jumlah investor terbesar ketiga di Indonesia setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Hasan menegaskan, meningkatnya jumlah investor harus diiringi dengan pemahaman yang memadai mengenai investasi termasuk yang berbasis syariah.

“Pada kesempatan ini, saya ingin menegaskan satu hal yang sangat penting yaitu investasi saham bukanlah berupa praktik perjudian. Saham merupakan instrumen investasi yang sah, dan dalam konteks syariah juga telah memperoleh legitimasi yang kuat melalui berbagai fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Bahkan, pasar modal syariah telah didukung oleh Sharia Online Trading System (SOTS) yang memastikan transaksi dilakukan sesuai prinsip syariah,” jelasnya.

Sebagai wujud nyata komitmen dalam memperluas inklusi pasar modal di kalangan generasi muda, Hasan mengapresiasi pembukaan rekening efek yang dilakukan di Universitas Darussalam Gontor.

Hal ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mulai berinvestasi secara legal, bertahap, dan sesuai prinsip syariah sekaligus mendukung perluasan basis investor domestik.

Hasan juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru berinvestasi hanya karena mengikuti tren, melainkan terlebih dahulu memahami risiko setiap instrumen investasi.

“Tadi sudah membuka rekening, jangan euforia. Jangan karena sudah punya rekening kemudian tanpa pemahaman langsung menginvestasikan modal ke instrumen tertentu. Teruslah belajar dan memahami risiko di balik setiap keputusan investasi yang diambil. Dan yang paling mudah, selalu ingat prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis,” kata Hasan.

Sementara Rektor Universitas Darussalam Gontor Hamid Fahmy Zarkasyi menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kuliah umum yang memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan sektor keuangan yang semakin dinamis.

“Sekarang orang harus bisa mengelola uangnya dengan sebaik-baiknya dalam situasi dunia ini penuh tipu daya, penipuan, dan kesalahpahaman. Yang penting saya berharap anak-anakku tidak terjebak dan tertipu karena tidak tahu ilmunya bagaimana investasi secara online. Maka ini yang sangat penting bagi kalian semuanya,” ujar Hamid.

Kepala Kantor OJK Kediri Ismirani Saputri menambahkan, merupakan kehormatan wilayah kerja Kantor OJK Kediri dipercaya sebagai lokasi penyelenggaraan rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026.

Antusiasme peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, ASN, pelaku usaha, hingga masyarakat umum, menunjukkan semakin meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pasar modal.

“Kami berharap momentum yang baik ini kolaborasi antara OJK dengan Pemerintah Daerah, BEI, SRO, pelaku industri jasa keuangan, dan perguruan tinggi. Kantor OJK Kediri terus mendorong akselerasi literasi dan inklusi pasar modal,” ungkapnya.

Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan investor yang cerdas dan inklusif, sekaligus membentengi masyarakat dari risiko investasi ilegal guna mendukung stabilitas ekonomi daerah. “Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan rekan-rekan media dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan kuliah umum merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Provinsi Jawa Timur yang menyasar berbagai kalangan masyarakat.

Selain kuliah umum di Universitas Darussalam Gontor, rangkaian kegiatan juga meliputi: 1. Sosialisasi Pasar Modal di Pemerintahan Kota Kediri serta pencanangan pembukaan galeri investasi bagi ASN di lingkungan pemerintahan Kota Kediri. 2. Talkshow Pasar Modal di Radio Andika Kediri untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi di Pasar Modal serta perlindungan investor. 3. Sosialisasi Perdagangan Karbon di Bursa Karbon bagi Lembaga Jasa Keuangan dan Pelaku Industri Daerah di Kota Madiun yang melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dan Lembaga Validasi dan Verifikasi sebagai upaya dalam pendalaman materi di Bursa Karbon.

Melalui kegiatan SEPMT 2026, OJK berharap dapat mengoptimalkan literasi dan inklusi pasar modal dalam rangka mendorong jumlah investor domestik di berbagai kalangan dan meningkatkan pemahaman mengenai Bursa Karbon.(dim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *